Laman

Rabu, 28 Maret 2012

SUBNETING


General Use 

No. Perintah Penuh Perintah Singkat Maksud Perintah
  1. Show running-config Sh run Mengetahui konfigurasi yang aktif didalam DRAM (dynamic random acces memory).
  2. Show startup-config Sh start Mengetahui konfigurasi yang sudah tersimpan didalam NVRAM.
  3. Show version Sh ver Menampilkan informasi tentang versi software yang sedang berjalan lengkap dengan informasi hardware dan device Routing Related
No. Perintah Penuh Perintah Singkat Maksud Perintah 
  1. Show ip protocols Sh ip prot Untuk menampilkan ip protokol.
  2. Show ip route Sh ip rout Menampilkan konfigurasi routing Interface Related. 

No. Perintah Penuh Perintah Singkat Maksud Perintah 
  1. Show interfaces Sh int Untuk menampilkan statistic semua interfaces router .
  2. Shoe ip interfaces brief Sh ip int bri Memerinsa status atau kondisi dari tiap-tiap interface yang telah dikonfigurasi.
  3. Show protocols Sh prot Menampilkan status interface baik secara global maupun khusus dari protocol layer 3 yang terkonfigurasi Connectivity Related
No. Perintah Penuh Perintah Singkat Maksud Perintah.

  1. Show cdp neightbors Sh cdp neig Menunjukan tentang informasi semua piranti cisco tetangga yaitu switch dan router.
  2. Show session Sh sess Memperlihatkan sesi yang ada sekarang.
  3. Show ssh Show ssh Untuk melihat koneksi ssh .
  4. Ping Ping Mengecek koneksi.
  5. Traceroute Tr Untuk menentukan jalur terbaik
Perhatikan gambar berikut:



Konfigurasi pada Router 1
--- System Configuration Dialog ---

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no

Press RETURN to get started!

Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#password telnet
Router(config-line)#transport input telnet
Router(config-line)#login
Router(config-line)#end

Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up

Router(config-if)#exit
Router(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial2/0, changed state to up

Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 192.168.2.0
Router(config-router)#exit
Router(config)#exit
Router#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console



Konfigurasi pada router 2

--- System Configuration Dialog ---

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no

Press RETURN to get started!

Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up

Router(config-if)#exit
Router(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial2/0, changed state to up

Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.2.0
Router(config-router)#network 192.168.3.0
Router(config-router)#exit
Router(config)#exit
Router#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

setting ip Pc 1
ip : 192.168.1.2
sm : 255.255.255.0
dg : 192.168.1.1

setting ip Pc 2
ip : 192.168.3.2
sm : 255.255.255.0
dg : 192.168.3.1

Selasa, 15 November 2011

sang pengagum



Ketika  cinta menyapa
Ada yang datang tiba-tiba dalam hatiku
Seketika
Sesaat setelah kau lempar senyum itu
Melesat dan menancap tepat di jantung hatiku
Tak terbendung

Dan aku terdiam
Tak kuasa
Tak berdaya

Seperti kupu-kupu di taman bunga
Saat musim bersemi
Senyumanmu menebar aroma cinta
Membiusku dalam lamunan
Yang berujung pada kekaguman jiwa

Hai kau gadis impianku
Bayangmu akan selalu ada dalam dekapanku
Menemaniku melewati kesepian di jiwaku

Kau gadis pujaan
Sesaat setelah kau mengisyaratkan cinta
Lewat matamu
Yang ku rasa begitu indah

Minggu, 09 Oktober 2011

TUGAS JARKOM 2

STUDY KASUS
Dua PC terhubung dengan subnet mask berbeda
Gambar 2 PC dengan subnet mask yang berbeda

Meskipun jaringan PC to PC tersebut berada pada kelas yang sama, namun subnet mask yang diterapkan pada PC0 berbeda dengan PC1. Hal itu menyebabkan batasan jumlah host pada PC0 dan PC1 berbeda pula, otomatis jumlah range untuk network juga berbeda. Agar jaringan tersebut dapat saling berkoneksi maka butuh konfigurasi network yang sama, jika network berbeda maka jaringan tersebut tidak dapat saling berkoneksi. Hal itu dapat dibuktikan dengan cara ping dari PC 0 ke PC1 atau sebaliknya yang terlihat pada gambar dibawah ini:




Rabu, 13 April 2011

TuGas JaRk0m 1

Sistem komponen dan periferal, dengan sendirinya, tidak lebih dari sebuah koleksi elektronik dan bagian mekanik. Untuk mendapatkan bagian ini bekerja sama untuk melakukan tugas tertentu, khusus jenis program komputer, yang dikenal sebagai sistem operasi (OS), diperlukan.

Misalkan pengguna ingin menulis laporan dan mencetaknya pada printer yang terpasang. Sebuah aplikasi pengolah kata yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas ini. Informasi yang dimasukkan dari keyboard, ditampilkan di monitor, disimpan pada disk drive dan akhirnya dikirim ke printer.

Agar program pengolah kata untuk mencapai semua ini, ia harus bekerja dengan OS, yang mengontrol fungsi input dan output. Selain itu, data yang dimasukkan dimanipulasi dalam komputer, disimpan di RAM dan diproses oleh CPU. Ini manipulasi internal dan pengolahan juga dikendalikan oleh OS. Semua perangkat komputer, seperti server, desktop, laptop atau handheld, memerlukan sebuah OS agar dapat berfungsi